International Guest Lecture Series bersama pakar pendidikan Jerman di Pendidikan Geografi #1 - Competence Task
17-Oktober-2025 - Program Studi Pendidikan Geografi menyelenggarakan International Guest Lecture Series yang diisi oleh pakar pendidikan dari Bielefeld University, Jerman, Dr. Johannes Tschapka. Kegiatan perdana ini menjadi bagian integral dari mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar bagi mahasiswa semester 3. Didampingi oleh Dra. Ita Mardiani Zain, M.Kes. selaku dosen pengampu sekaligus Kepala Laboratorium Pendidikan Ilmu Sosial FISIPOL, serta Dr. Lidya Lestari Sitohang, S.Si., M.Sc. sebagai penerjemah dan sekaligus salah satu dosen pendidikan Geografi.
Pertemuan pertama ini mengangkat tema Curricula and Competence. Dalam sesi ini, diskusi difokuskan pada pergeseran paradigma pendidikan global: dari kurikulum tradisional yang berorientasi tujuan (goal-oriented) menuju kurikulum modern berbasis kompetensi (competence-oriented) yang menekankan kemampuan pemecahan masalah.
Membangun kompetensi pada hakikatnya adalah melatih kemampuan pemecahan masalah (problem solving), sebuah pergeseran fundamental dari pendidikan tradisional yang sekadar berorientasi pada tujuan. Dalam paradigma ini, siswa tidak lagi pasif menerima informasi, melainkan terlibat langsung dalam mengelola seperangkat praktik majemuk (bundle of multiple practices) untuk menghadapi dan menyelesaikan tantangan dalam berbagai situasi nyata yang beragam dan dinamis.
Dalam konteks persiapan bahan ajar, pemahaman terhadap Taksonomi Anderson & Krathwohl (2001) menjadi sangat krusial sebagai revisi Taksonomi Bloom. Revisi terdapat pada perubahan fokus fundamental dari Kata Benda (apa yang diketahui) menjadi Kata Kerja (apa yang bisa dilakukan), sebuah pergeseran yang sangat relevan dengan semangat pembentukan kompetensi (Competence) dan proses menjadi (Becoming). Dimensi proses kognitif dalam taksonomi Anderson & Krathwohl (2001) menekankan aktivitas aktif yang bergerak secara beurutan: dimulai dari C1 Mengingat (Remember) untuk sekadar menghafal fakta dasar seperti nama ibukota, C2 Memahami (Understand) guna mengkonstruksi makna fenomena, dan C3 Menerapkan (Apply) prosedur teknis dalam situasi konkret. Pada tingkat berpikir yang lebih tinggi, pembelajar dituntut untuk C4 Menganalisis (Analyze) hubungan antarbagian masalah, C5 Mengevaluasi (Evaluate) untuk menilai efektivitas suatu kebijakan atau fenomena, hingga mencapai puncaknya pada C6 Mencipta (Create), di mana pembelajar mampu mensintesis elemen pengetahuan untuk menghasilkan karya baru yang fungsional, seperti merancang rencana mitigasi bencana.
Pada kuliah kali ini sebagai contoh konkret dalam materi iklim: Mahasiswa diberikan data suhu, intensitas penyinaran matahari, dan kelembapan selama 7 hari. Kemudian, mereka diminta menjawab: (1) Kapan hari paling panas? (2) Kapan hari paling terik? (3) Kapan akan terjadi hujan? (4) Kapan akan terjadi badai?
Penyusun: Lidya Lestari Sitohang